Jumat, 20 September 2013

Buku Terbaru Rampasan Kuasa Mesir oleh Muhammad Kamal Sulaiman Lc, Dipl



Buku terbaru saya

Muhammad Kamal Sulaiman Lc, Dipl 


Dapatkan di pasaran



Bab 14

KEMBALI KEPADA AKARNYA


Cara menghilangkan konflik adalah dengan Insijam iaitu mengembalikan sesuatu kepada keharmoniannya, maksud keharmonian disini adalah mengembalikan sesuatu kepada pangkalnya. Seperti sebuah kebencian cara mengobatinya adalah dengan menghilangkan benci tersebut, asalnya adalah tiada kebencian, dengan kita kembali kepada asal yang sebenarnya maka segala permasalahan akan dapat terselesaikan.

Manusia akan selalu berada dalam keadaan kedamaian dan penuh dengan keseronokan jika tau pangkal sebenarnya, manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh sang pencipta, iaitu Allah SWT,  hubungan manusia dengan Allah haruslah ada penengahnya, dimana Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang mengasihi dan mencitai manusia sebelum manusia itu mencintainya, adakah kita pernah menanyakan kepada diri kita kenapa diciptakan dan buat apa diciptakan ?

Jika manusia tahu,  maka tidak akan ada pembunuhan tanpa ada sebuah kesahalan, tidak akan ada orang yang membunuh dirinya sendiri, tidak ada orang yang akan mengeluh tentang apa yang didapatkan di dunia ini, dak tidak akan tega membunuh sesama manusia dll.

Manusia diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah, iaitu untuk mengenal Allah yang telah menciptakan kita, bagaimanakah cara mengenal Allah ?

Mengenal Allah dengan guru kita, seperti para sahabat yang berguru dengan Rasulullah, Rasulullah adalah saidul Mu`allim, guru bagi segala guru-guru. Beliau telah menjadi tauladan bagi manusia yang mempelajari tentang sejarah beliau, dan belajar dengan beliau, dan mengikuti tarbiyah beliau dari segi dhahir dan bathin, sehingga alumni pertama Islam sangat hebat, kerana mereka ditarbiyahkan oleh Rasulullah sendiri, bagaimana dengan kita ? apakah kita akan merasakan malang dan jauh dari ajaran Rasulullah setelah kita hidup diabad yang jauh dengan kehidupan Rasullah, bolehkah kita belajar seperti para sahabat belajar dengan Rasullah?

Jawapannya boleh sahaja, Rasulullah memang telah wafat dan telah kembali ke pangkuan ilahi, namun beliau mempunyai pewaris-pewaris beliau yang kekal sampai pada hari kiamat, mereka adalah para ulama` waris Al-Muhammadi, yang telah mengambil ilmu langsung dari baginda Rasulullah, ilmu telah Rasulullah wariskan kepada generasi dan generasi kepada generasi yang lain begitulah seterusnya sampai pada zaman kita ini. Ilmu itu ada tali sambungannya atau dinamakan juga dengan sanad, maka sanad ini sangatlah penting, kerana dia akan menjelaskan tentang keoutentikan sebuah ilmu, ilmu yang tidak sampai kepada baginda Rasululah adalah ilmu yang ditolak, dikhawatirkan akan membawa kepada fintah dan penipuan, berapa banyak sekarang yang mengaku diri sebagai Ulama ternyata tidak menyampaikan apa yang diajarkan oleh Rasulullah sebenarnya, ulama ini memang mengaku bahwa dirinya telah belajar dari guru-gurunya, namun benarkah dia belajar dengan guru yang bersanad hingga kepada baginda Rasulullah?  Inilah sebenarnya penyalah gunaan ilmu agama pada abad ini, menghafal Al-Quran dan Hadits tapi menjelaskan dan menerangkan kepada orang lain tidak seperti yang di ajarkan Rasulullah, inilah fitnah yang amat ditakutkan oleh baginda Rasulullah, dimana datang suatu masa orang-orang yang menghafal Al-Quran dan wajah mereka ada nur al-Quran namun menerangkan dengan maksud yang salah, puncanya adalah ilmu mereka tidak sampai kepada baginda Rasulullah.  Maka pewaris Rasulullah adalah mereka yang mempunyai guru-guru yang ilmu mereka bersanad kepada Rasulullah, inilah yang menjamin ummat Islam dari sebuah fitnah yang amat besar.

Ilmu yang shahih yang akan mengenal seseorang itu kepada Allah, berkat daripada bimbingan guru-gurunya, mustahil seseorang Alim dan mengenal Allah melaui buku-buku dan penelitian-demi penelitian yang dibuat, tanpa harus belajar dengan guru, inilah yang menyebabkan kesesatan dikalangan ummat sa`at ini.

i.                    Pentingnya sanad Ilmu

Ilmu tidak diambil daripada lembaran kertas dan bukan juga daripada dhahir Mushaf Al-Quran semata, akan tetapi ianya diambil dengan bersanad sebagai nasihat ulama-ulama dan wasiat-wasiat mereka,  sekiranya tidak ada sanad maka orang-orang akan mengatakan tentang agama Islam apa sahaja yang di mahukan, terlebih-lebih lagi orang-orang yang mengajarkan ilmu Tasawwuf dan Tazkiyah jiwa, dan sanad ini tentulah dia dapatkan daripada guru-guru mereka, mustahil seorang guru memberikan sanad kepada muridnya yang tidak layak dan tidak pernah berguru dengannya, sanad juga berupa pengakuan daripada seorang guru kepada muridnya.

Berapa banyak sekarang kita melihat orang yang mengaku ulama tetapi cara pemahaman mereka berbeza dengan jumhur ulama lain, kita melihat kejadian yang menimpa Syiria pada hari ini, bukankah salah satu penyebabnya adalah ulama? Ulama yang disini mengatakan wajib memerangi orang-orang yang memberontak dan hukumnya fardhu ain dalam membela Basyar Asad, sebahagian ulama yang lain mengatakan haram hukumnya membela Basyar dan wajib menentangnya kerana seorang yang dhalim bahkan sudah keluar daripada Islam, kedua-duanya menggunakan ayat al-Quran dan hadith baginda Rasullah, pertupahan darah sesama Muslim tidak dapat dihindarkan, tidak ada yang mengalah seperti mengalahnya Ali Bin Abi Thalib, tidak adalagi orang yang selembut dan setulus Abu Musa Al-`Asy`ari.

ii.                  Islam bukan Teroris


Belum ada musyawarat antara seluruh negara-negara didunia yang berkumpul dan bersepakat atas kata-kata Terorisme dan maksud didalamnya, serta poin-poin yang terdapat padanya sehingga digelar sebagai teroris. DR. Ibrahim Khuli salah seorang pensyarah di Universiti Al-Azhar mengatakan bahwa perang melawan terorisme yang di war-warkan Gorge W. Bush adalah perang atas Islam pada hakikatnya. Namun seiring berjalannya waktu negara-negara lain pun ikut serta dalam program ini, sehingga selepas kehancuran gedung WTC 2001 gelaran teroris semakin sering didengar, media-media barat setiap hari mengulang-ulangnya sehingga ia begitu popular diwaktu itu. Kesempatan itu juga digunakan oleh negara-negara tertentu untuk memberangus lawan politiknya dengan kata-kata teroris, agar dituntaskan dengan cepat. Dan kebanyakan yang dicap kelompok teroris oleh Amerika adalah orang-orang Islam. Pertanyaannya Apakah Islam itu teroris ?


Islam sama sekali tidak mengajarkan Terorisme, bahkan lebih dari itu yang disebut dengan Fundamentalis ( keterbelakangan dalam berfikir ), kerana agama Islam adalah mengajarkan

Perdamaian, keselamatan dan keadilan, bahkan Rasululah sendiri bersabda:

Seorang Muslim adalah orang yang membuat muslim lain, selamat dari lidah dan tangan nya. Seorang Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah.”  ( Hadist riwayat  Bukhari)

Tidaklah boleh mengukum Islam atas tindakan orang-orang Islam, begitu juga tidak boleh menghukum Kristen atas tindakan orang-orang Kristen. Akan tetapi kita harus mendalami dahulu ajaran yang diajarkan oleh agama tersebut, adakah Islam mengajar seseorang berbuat terorisme ? Tidak mungkin sama sekali. Kemudian Islam banyak dikaitkan dengan Jihad, seakan-akan Jihad mengajarkan terorisme. Padalah Jihad telah diterangkan oleh baginda Rasulullah dan juga dibuku-buku yang telah ditulis oleh para ulama, intinya ia adalah mempertahankan diri dari serang Musuh apabila diserang, apakah mempertahankan diri daripada kedhaliman orang lain itu teroris ? Islam tidak mengajarkan terorisme bahkan yang lebih rendah daripada itu yang disebut Islam Fundamentalis.


Istilah Fundamentalis/ jumud pada mulanya lahir dari Gereja Kristen Katolik Perancis. fundamentalis adalah kelompok yang pemikirannya kaku dan fanatik pada agama. Mereka memusuhi akal dan tidak menyukai majas (perumpamaan), dan penakwilan maupun peng-qiyas-an dalam menafsirkan ayat. Maka mereka melihat nash secara tekstual belaka. Namun dalam Islam tidak ada istilah keterbelakangan dalam berfikir ( jumud ). Oleh keran itu Islam dapat menyelesaikan setiap masalah, sehinggalah sampai hari kiamat.


Imam Al-Ghazaliy dalam  kitab Faishal at-tafriqah baina al-Islam wa az-zindiqah beliau menafikan adanya  Ahlu Jumud dari Islam, beliau berkata  "Setiap mazhab di dalam Islam pernah melakukan takwil (penakwilan nash) dan yang paling jarang melakukan takwil adalah Ahmad Bin Hanbal (164-241 H). Saya telah mendengar berita dari Imam-imam yang terpercaya di Baghdad, mereka mengatakan : Imam Ahmad pernah mentakwilkan tiga hadits, diantaranya bahkan ada yang terlalu jauh takwilnya. Sebab kenapa ia hanya menakwilkan tiga hadits tersebut adalah kerana takwilannya tidak berlebihan dari logika. Sementara Asy'ariyah dan Mu'tazilah, kerana pembahasan mereka yang lebih banyak, mereka menakwilkan banyak hal. Asy'ariyah menakwilkan banyak permasalahan Akhirat, tidak ada kondisi nash yang tidak ditakwilkan kecuali hanya sedikit. Sementara Mu'tazilah sangat berlebihan dalam mentakwil jika dibandingkan dengan Asy'ariyah ...)". Namun ada juga para ulama mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali di Akhir hayatnya beliau berpindah dari Mazhab Asya`irah kepada mazhab salaf, mazhab yang tidak mentakwilkan ayat-ayat al-Quran melainkan mentafwidhkannya.


Islam menepis semua tuduhan atas Islam seperti Terorisme dan Jumud  kerana islam mempunyai 4 unsur yang dapat menjadikan ummat Islam selalu terhadapan dan kembali sebagaimana yang diajarkan oleh baginda Rasulullah iaitu : ahlu at-tajdid, ahlu al-ijtihad, wa al-isdidlal wa al- istinbath. Jadi dengan adanya empat ini tidak ada istilah keterbelakangan berfikir dalam Islam.


Menurut  DR. Muhammad Imarah, yang dimaksud dengan Muslimin adalah muslim 'awwam, sementara yang dimaksud dengan "Islamiyyin" adalah mereka yang berusaha mempertemukan Islam dengan seluruh sendi kehidupan, ekonomi, sosial, maupun politik. Dan menjadikan Islam sebagai hulul (solusi) terhadap berbagai permasalahan hidup.
Menurut Prof. DR. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur bahwa tajdid dalam Islam datang 100 tahun sekali dan 1000 tahun merupakan tajdid besar, maka tajdid adalah untuk mengembalikan ummat Islam ini kepangkal jalan sebenar seperti yang diajarkan Rasulullah, Ibarat sebuah sungai yang panjang dihujung alirannya airnya keruh padahal sumber mata airnya jernih, maka hendaklah yang keruh itu dibersihkan agar ia selalu jernih. Beliau juga mengemukakan bahwa dunia sekarang ini perlu adanya tajdid, beliau berijtihad dengan menggerakkan kebangkitan  Madrah Rabbaniyyah Al-Mujaddidiyyah Al-Islamiah sedunia, yang berpusat di Malaysia sekarang ini.


iii.                Imamah kaum Muslimin

Prof  DR Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani dalam buku beliau Ar-Rabbaniyyatu Al-Islamiyyatu Al-Mujaddidiyyatu Al-`Alamiyyatu, beliau menyerukan sebuah penyatuan Ummat dimana ummat Islam pada hari ini memerlukan kepada tajdid, maka diantara tajdid yang paling mendesak sekali adalah feqah tajdid sebuah peradaban, yang mengembalikan kepada sebuah asal daripada ushul-ushul Islam kubra iaitu Al-Imamah ( kepemimpinan), Prof juga menyatakan maksud daripada Imamah disini bukanlah pemimpin negara, dan bukanlah juga kepemimpinan faqih, akan tetapi maksud daripada Imamah menurut beliau adalah kepemimpinan (imam) keagamaan intelektual, keilmiahan dan dakwah dalam satu wadah, umpama dalam satu wayar dan dalam satu helaian kain, ia merupakan imamah para Nabi-nabi dan para Rasul, sebagai mana firman Allah ta`ala :

وَاجعَلنا لِلمُتَّقينَ إِمامًا ﴿٧٤﴾

Dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa. ( QS : Alfurqan 74)

Dan Imamah para ahli waris mereka sebagaimana firman Allah ta`ala :

وَجَعَلنا مِنهُم أَئِمَّةً يَهدونَ بِأَمرِنا لَمّا صَبَروا ۖ وَكانوا بِـٔايٰتِنا يوقِنونَ ﴿٢٤﴾

 Dan Kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin, yang membimbing kaum masing-masing kepada hukum ugama Kami, selama mereka bersikap sabar (dalam menjalankan tugas itu) serta mereka tetap yakin akan ayat-ayat keterangan Kami. ( QS : As-Sajadah 24)

وَجَعَلنٰهُم أَئِمَّةً يَهدونَ بِأَمرِنا ﴿٧٣﴾

Dan Kami jadikan mereka ketua-ketua ikutan, yang memimpin (manusia ke jalan yang benar) dengan perintah Kami. ( QS : Al-Anbiya` 73)

Beliau juga berpendapat bahwa Imamah merupakan sebuah tajdid yang berterusan dalam agama Allah tersebut, kerana ia akan selalu di perbaharui, dan inilah satu jawapan  atas segala problem yang ada di dunia sekarang ini. Dan maksud tajdid dalam pemahaman beliau adalah mengembalikan seperti di era baginda Rasulullah dengan para sahabatnya. Diibaratkan sebuah sungai pada dasarnya adalah sebuah mata air yang jernih, namun apabila dia mengalir yang begitu jauh ia akan keruh, maka tajdid disini adalah membersihkan sungai-sungai tersebut agar selalu airnya selalu bersih, dan bukan dengan mengobah mata air itu sendiri. Prof juga merupakan pengasas bagi Madrasah Rabbaniyyah Mujaddidiyyah Islamiah sedunia, ianya mencukup kepada madrasah, tazkiyah dan dakwah.

Inilah yang paling penting pada Abad ini, ummat Islam Ahlisunnah waljama`ah untuk sa`at ini telah hilang sebuah persatuan, walaupun Aqidah bahagian terdepan namun dari segi penyatuan telah kalah, kita melihat bagaimana orang-orang Syiah pada hari ini mereka bersatu bagaikan tubuh yang satu, bagaikan satu kata, bagaikan satu keluarga, namun ummat Islam Ahli sunnah berpecah-pecah, buktinya kita melihat kejadian-kejadian yang menimpa Ummat Islam sekarang ini di Mesir, mana ulama yang harus kita meruju` ? Sheikh Yusuf Al-Qardhawi bersuara lantang atas rampasan kuasa, petinggi-petinggi Azhar bersama dengan pemerintahan rampasan kuasa, ulama-ulama salafi pun berpecah, siapa Imam kita yang harus didengar oleh kedua belah pihak ?

Orang-orang Ikhanul Muslimin selepas rampasan kuasa juga menolak ajakan Al-Azhar, begitu juga pihak rampasan kuasa tidak mendengar dan menghirau sama sekali para penyokong Mursi malah memberikan gelar teroris. Siapa yang akan meleraikan itu semua ? bukankan Mesir negara Ahlissunnah waljama`ah, banyak pakar-pakar dan para ulama disitu, kenapa tidak ada penyatuan, bukankah kita belajar pada guru yang sama baginda Rasulullah, kenapa kita tidak boleh bersatu ?

Jawapannya adalah kita harus mempunyai Imamah, imamah ini bukanlah kepada negara ( presiden, dan bukanlah juga kepemimpinan faqih dimana kita memperakui bahwa mazhab yang empat adalah mazhab Ahlisunnah waljama`ah, Syafi`e Maliki Hambali dan Hanafi, akan tetapi maksud daripada Imamah kepemimpinan (imam) keagamaan intelektual, keilmiahan dan dakwah, dalam satu wadah dan satu kata yang harus didengar oleh semua pihak dan semua ummat Islam di muka bumi ini.

Kita mengambil contoh yang lain sebahagian kecil konflik yang terjadi di Syiria pada hari ini, Sheikh Ramadhan Al-Buthi dan  sebahagian ulama-ulama sunni lainnya menyokong Basyar Asad dengan segala upaya mereka mempertahankan, mulai daripada ceramah dan khutbah-khutbah mereka, mereka juga menggunakan Dalil dan Al-Quran serta pendapat para ulama-ulama terdahulu, namun dilain pihak ulama-ulama penentang Basyar pun dikalangan ulama Ahlissunnah waljama`ah, meraka terus sahaja mengeluarkan fatwa-fatwa membolehkan untuk melawan Basyar Asad, menghina Basyar dan mengutuk atas tindakannya membunuh rakyat sendiri,  seperti Sheikh Ali Sabuni, Sheikh Adnah Ar-Ur dan lain-lain, sehingga kita melihat nampak jelas sekali perbezaan pendapat ulama yang akhirnya  terbunuh ummat Islam yang tidak berdausa, bukankah kedua kelompok ini adalah ulama Juga, kedua-duanya adalah Ahlisunnah waljama`ah, mana satu yang harus kita ikut ? Ummat Islam awam pun hanya menonton sahaja, kedua-dua benar. Atau kedua-duanya salah ? Yang boleh dijadikan Alasan adalah mereka berijtihad dengan cara masing-masing, barang siapa yang benar maka akan mendapatkan dua pahala, jika salah akan mendapatkan satu pahala. Namun masalah utamanya bagaimana mengakiri Konflik Ummat Islam yang seperti ini.

Ini mungkin berbagai contoh kecil, di tahun-tahun mendatang tentulah kita akan lebih sulit lagi menghadapi kes-kes yang seperti ini. Apalagi di dunia yang serba canggih  dan teknologi semakin berkembang. Bagaimana ummat Islam boleh bersatu ? Jawapannya adalah Al-Imamah.

Selasa, 17 September 2013

Kenapa Harus Berhenti Merokok

Alasan Logis, Mengapa Kita Harus Berhenti Merokok?


Ilustrasi. (flickr)
Ilustrasi. (flickr)

dakwatuna.com – Saya melalui tulisan ini ingin berbagi dengan kawan-kawan pembaca yang mungkin adalah seorang perokok. Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Saya adalah salah satu remaja yang menjadi bagian dari masyarakat perokok di Indonesia. Kurang lebih selama lima tahun saya memiliki kegiatan menghisap sebatang tembakau, sejak dari SMP sampai kuliah tahun pertama.
Namun, dalam perjalanan hidup saya menemukan di sebuah titik balik, di mana pada titik tersebut saya dipertemukan dengan hidayah-Nya melalui sebuah lingkaran kecil, AAI. Seiring berjalannya waktu, saya menemukan beberapa hal yang meyakinkan saya untuk berhenti merokok.
Kesaksian
Ketika sedang membaca ayat suci Al-Qur’an, tidak sengaja menemukan salah satu firman-Nya, mengenai kesaksian di hari pembalasan kelak. Berikut firman-Nya,
Pada hari, ketika lidah, tangan dan kaki juga menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. An-Nur (24): 24)
Berdasarkan ayat di atas, kelak yang akan menjadi saksi atas perbuatan kita bukan hanya orang-orang yang berhubungan dengan kita. Tapi, seluruh anggota tubuh kita pun juga akan menjadi saksi. Tidak terkecuali dengan organ-organ tubuh bagian dalam, semisal jantung, paru-paru, liver dkk.
Anda tahu, bahwa merokok itu memiliki dampak yang buruk terhadap beberapa organ dalam. Bukankah segala perbuatan yang merusak itu adalah perbuatan zhalim menurut Islam? Karena dalam berjihad di medan perang saja, Islam melarang untuk merusak bangunan, merusak lingkungan (tanaman dkk), dll.
Analoginya, jika dalam medan yang keras, berperang, Islam sudah melarang keras untuk berbuat kerusakan. Apalagi, dalam hal sehari-hari. Perlu kita ketahui bersama, bahwa efek dari merokok itu tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif. Tapi juga lingkungan dan orang di sekitarnya atau perokok pasif.
Gas emisi dari rokok banyak mengandung gas yang bersifat merusak lingkungan, salah satunya CO2. Sehingga rokok juga menyumbang peran dalam global warming. Sedangkan, bagi perokok pasif efek samping yang diterima jauh lebih berbahaya ketimbang perokok pasif. Karena, apa yang diterima oleh perokok pasif adalah “sampah”nya rokok. Rokoknya saja sudah banyak kemudharatannya, apalagi sampahnya. Logisnya seperti itu. Perokok aktif adalah orang yang merokok. Sedangkan, Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok, namun rutin menghirup asap rokok dari perokok aktif.
Barang pinjaman
Hakikatnya, manusia itu tidak memiliki apapun di dunia ini. Semua yang kita miliki di dunia hanyalah pinjaman dari Allah Ta’ala. Dari semacam harta, bahkan orang tua, istri dan anak. Begitu juga dengan tubuh beserta ‘isi’nya. Suatu saat, akan kita kembalikan kepada yang punya.
Jika kita meminjam sesuatu, maka ketika mengembalikannya harus dalam keadaan seperti ketika meminjam. Andaikan kondisinya tidak seperti awal meminjam, pastilah ada konsekuensinya.
Kita analogikan. Anda meminjam laptop kepada saudara Anda. Karena laptopnya masih baru, jadi kondisi laptop saat dipinjam masih bagus dan ‘mulus’. Anda meminjamnya selama satu bulan. Selama masa peminjaman, ada kejadian yang tidak diingankan. Laptopnya mengalami kecelakaan, yakni jatuh dari meja dan mengakibatkan kerusakan pada layar laptop.
Ketika masa peminjamannya habis, dan saudara Anda mengetahui kerusakan yang dialami laptopnya. Maka, saudara Anda menuntut Anda untuk mengganti dengan laptop yang baru, dengan model yang sama.
Setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan yang sehat dan suci. Keadaan normalnya seperti itu. Semua anggota tubuh beserta organ-organ dalamnya pun masih sehat, belum banyak terkontaminasi oleh berbagai zat. Manusia, sebagai peminjam, sudah sepatutnya mengembalikan barang pinjamannya dalam keadaan yang baik pula. Jika misalkan memiliki kelainan, pada saat lahir, minimal kondisinya tidak jauh lebih buruk.
Kurang lebih sama seperti di kasus di atas. Namun, dalam kasus yang kita bicarakan (efek dari rokok), kita meminjamnya dengan Sang Khaliq, Tuhan Yang Mahaadil. Semua perbuatan zhalim, akan dibalas secara adil oleh-Nya. Sesuai dengan firman-Nya:
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS Az-Zalzalah (99): 8)
So, itulah mengapa kita harus berhenti dari merokok. Meskipun merokok memiliki manfaat, namun kemudharatannya jauh lebih banyak. Perlu ditegaskan, saya tidak mengecap bahwa rokok itu adalah haram. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengajak sekaligus berbagi bahwa merokok itu tidak bagus bagi kita secara keseluruhan.
Dwi Nur Rahmat

Tentang Dwi Nur Rahmat

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret , Surakarta. Selengkapnya.

Minggu, 15 September 2013

Zina Di Mana-Mana Tanda Akhir Zaman

Zina Marak Dimana-Mana

Oleh Saefullah — 11 Zulkaedah 1434 / 16 September 2013 11:47

tangan2 490x326 Zina Marak Dimana Mana
DUA puluh tahun yang lalu, mungkin kita mendengar perempuan hamil di luar nikah itu sesuatu yang jauh dari kita. Tapi sekarang, coba perhatikan, hal seperti ini bahkan terjadi hanya beberapa meter dari rumah kita. Semoga kita dihindarkan dari fitnah akhir zaman seperti ini.
Di antara tanda-tanda kiamat yang telah nampak adalah merebaknya perzinaan dan banyak terjadi di tengah-tengah manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa hal itu termasuk tanda-tanda kiamat.
Telah tetap dalam ash- Shahihain dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ (ﻓﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ )ﻭﻳﻈﻬﺮ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﺇﻥ ﻣﻦ
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan’ ,”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ‘Akan datang kepada manusia beberapa tahun yang penuh dengan tipuan … (lalu beliau melanjutkan haditsnya, didalamnya disebutkan:) dan menyebarnya perbuatan keji (zina).’ ” [Mustadrak al Hakim (IV/512)]
Yang lebih dahsyat dari itu adalah menganggap halal perbuatan zina.
Telah tetap dalam ash-Shahih dari Abu Malik al Asy’ari radhiyallahu ’anhu bahwasanya dia mendengar Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﺃﻗﻮﺍﻡ ﻳﺴﺘﺤﻠﻮﻥ ﺍﻟﺤﺮ ﻭ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﻟﻴﻜﻮﻧﻦ
“Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutera.”
Di akhir zaman setelah tidak ada lagi kaum mukminin, maka yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka saling melakukan hubungan intim bagaikan keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits an- Nawwas radhiyallahu ’anhu:
ﻭﻳﺒﻘﻰ ﺷﺮﺍﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ‎ ‎ﻳَﺘَﻬَﺎﺭَﺟُﻮﻥ‎ ‎ﻓﻴﻬﺎ ﺗﻬﺎﺭُﺝ ﺍﻟْﺤُﻤُﺮ ، ﻓﻌﻠﻴﻬﻢ‎ ‎ﺗﻘﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ
“Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka melakukan hubungan intim didalamnya bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat itu terjadi.’ ” (HR Muslim).
Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda:
ﺗﻔﻨﻰ ﻫﺬﻩ ﻋﻠﻰ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ، ﻻ‎ ‎، ﺍﻷﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ‎ ‎: ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻓﻴﻔﺘﺮﺷﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ‎ ‎ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺧﻴﺎﺭﻫﻢ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ‎ ‎ﻟﻮ ﻭﺍﺭﻳﺘﻬﺎ ﺧﻠﻒ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺎﺋﻂ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum pria mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, ’Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini.’” [Diriwayatkan oleh Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, ’dan perawinya adalah perawi yang ash-Shahih.” Lihat Maj’mauz Zawaa-id (VII/331)]
Al Qurthubi—beliau adalah seorang ulama fikih madzhab Maliki, meninggal di Iskandaria th 656 H—berkata dalam al Mufhim, mengomentari hadits Anas terdahulu, “Di dalam hadits ini ada sebuah tanda dari tanda- tanda kenabian, karena beliau telah mengabarkan berbagai perkara yang akan terjadi, maka perkara itu pun telah terjadi terutama di masa-masa sekarang ini.” [Fathul Bari (I/179)]
Jika hal ini terjadi pada zaman Imam al Qurthubi, maka sesungguhnya hal ini lebih nampak lagi di zaman kita sekarang ini, karena besarnya dominasi kebodohan dan tersebarnya kerusakan di tengah-tengah manusia. [bacell]

Minggu, 08 September 2013

Mesir Bumi Barakah

Mesir Bumi Barakah : Pilihan Di Tangan Anda


Sekilas Pandang Situasi Mesir
Melihat kepada situasi politik Mesir pada hari ini menimbulkan pelbagai persoalan dan tanda tanya kepada masyarakat. Pelbagai kesimpulan dan rumusan awal telah dibuat oleh pelbagai pihak lebih-lebih lagi ia melibatkan masa depan pengajian pelajar Malaysia di sini.
Apapun Persekutuan Melyu Republik Arab Mesir (PMRAM) melihat situasi di Mesir pada waktu ini masih lagi selamat dan terkawal bahkan pengajian dan peperiksaan di universiti-universiti berjalan seperti biasa. Rata-rata pelajar Malaysia berjumlah lebih 500 orang yang memilih untuk tidak pulang dalam misi evakuasi sukarela yang lepas juga masih boleh melakukan aktiviti harian sebagaimana biasa walaupun perhimpunan aman masih berterusan saban hari dan perintah berkurung masih lagi dikuatkuaskan.
Evakuasi Sukarela yang telah diputuskan oleh Majlis Keselamatan Negara (MKN) jelas membuktikan bahawa situasi keselamatan Mesir bukanlah mencapai kepada tahap yang begitu terancam menyebabkan semua rakyat Malaysia yang berada di Mesir ini diwajibkan untuk pulang ke tanah air. Ini jelas kerana evakuasi sukarela itu bersifat pilihan bukanlah paksaan. Apapun kita di peringkat PMRAM menghormati semua pilihan dan kehendak yang telah di buat oleh para pelajar sama ada untuk pulang ke Malaysia mahupun meneruskan kehidupan mereka di Mesir ini.
Kita PMRAM sentiasa mengutamakan soal keselamatan para pelajar yang berada di sini. Pekeliling keselamatan dan maklumat keadaan semasa Mesir sentiasa dikemaskini bagi memastikan para pelajar peka dengan situasi terkini dan mematuhi langkah keselamatan demi memastikan keselamatan diri mereka terjamin.
Perhimpunan Aman dan Perintah Berkurung
Sebagaimana yang diketahui umum, perhimpunan, perarakan dan demonstrasi aman di Mesir masih lagi berlaku bermula pada 28 Jun 2013 dan berterusan sehingga ke hari ini bahkan akan berlanjutan sehinggalah kerajaan Sementara Mesir pada hari ini mengembalikan semula tiga tuntutan utama rakyatnya iaitu mengembalikan presiden mereka yang sah Dr.Muhammad Mursi, menarikbalik penggatungan perlembagaan yang telah dipersetujui oleh rakyat dan memulangkan semula Majlis Syura berserta peranannya.
Oleh itu, demonstrasi yang berlaku saban hari ini merupakan perkara biasa kepada rakyat Mesir untuk menuntut hak mereka. Kita sebagai warga asing di sini menghormati pendirian mereka dan tidak membenarkan sama sekali pelajar Malaysia untuk terlibat dalam aktiviti tersebut. Ini merupakan ketetapan yang perlu dipatuhi oleh semua rakyat Malaysia di sini bahkan perkara ini telah ditegaskan oleh Kedutaan Besar Malaysia kaherah (KBMK) sebelum daripada ini. Selagi mana mereka mematuhi perkara tersebut, maka keselamatan mereka di sini akan terjamin.
Perintah berkurung yang telah dikuatkuasakan sehari selepas tragedi pembunuhan di Dataran Rabaah dan Nahdah juga masih lagi berterusan sehingga ke hari ini. Pun begitu, tempoh perintah berkurung semakin dikurang, terkini bermula dari jam 11.00 malam hingga jam 6.00 pagi kecuali pada hari Jumaat sahaja masih lagi dikekalkan bermula jam 7.00 malam sehingga ke jam 6.00 pagi.
Tempoh perintah berkurung ini tidak menjejaskan aktiviti dan kehidupan harian pelajar. Namun begitu, kita PMRAM sentiasa memantau pergerakan para pelajar di sini dengan bantuan cawangan-cawangan yang bernaung di bawah PMRAM iaitu Badan Kebajikan Anak Negeri (BKAN) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa/wi (DPM) agar semua pelajar mematuhi perkara tersebut. Tambahan pula, sehingga kini tiada sebarang kejadian yang tidak diingini berlaku dilaporkan.
Masa Depan Pengajian Pelajar
Kesemua universiti di Mesir ini bakal memulakan sesi pengajian baru 2013/2014 sebagaimana yang dijadualkan pada pertengahan September ini. Universiti Al-Azhar juga tidak mengumumkan sebarang penangguhan pengajian untuk sesi baru ini. Bahkan telah secara rasminya telah mengeluarkan takwim tahunan pengajian yang akan bermula pada 21 September 2013 ini.
Berikutan evakuasi sukarela yang telah dijalankan oleh kerajaan Malaysia dan majoriti pelajar Malaysia telah pulang ke tanah air pihak Education Malaysia Egypt (EME) telah mengambil inisiatif berbincang dengan Pihak Kementerian Pengajian Tinggi (KPT) Mesir dan Al-Azhar untuk menunda peperiksaan ulangan dan tasfiah kepada minggu keempat bulan September serta menangguhkan sesi pengajian 2013/2014 sehingga ke akhir Oktober sebagaimana yang telah diumumkan oleh EME dan boleh rujuk di laman facebook rasminya.
Adapun bagi pengajian di Universiti Al-Azhar ianya akan bermula pada 21 September 2013 sebagaimana yang diumumkan sebelum daripada ini. Walaupun pihak EME telah mendapat surat bertulis daripada Universiti Al-Azhar bersetuju untuk memulakan sesi pengajian 2013/2014 khusus untuk pelajar Malaysia sahaja pada 19 Oktober 2013 hakikatnya perkara tersebut tidak mendatangkan faedah yang besar kepada pelajar melainkan pelajar di Fakulti Ulum Islamaiah sahaja kerana ianya hanya dikhususkan untuk pelajar asing sahaja.
Adapun pelajar di fakulti lain termasuk Fakulti Bahasa Arab, Syariah & Undang-Undang, Usuluddin dan lain-lain agak sukar untuk dipraktikkan kerana kelas pelajar Malaysia di fakulti tersebut tidak diasingkan dengan pelajar tempatan dan pelajar asing dari negara yang lain. Di samping itu juga, penangguhan kelas ke akhir Oktober itu juga akan menyebabkan pelajar Malaysia ketinggalan dari sudut pengajian mereka dan sedikit sebanyak akan memberi kesan untuk persediaan peperiksaan semesta pertama yang akan berlangsung pada akhir Disember 2013.
Saranan dan Nasihat PMRAM
Oleh yang demikian, kita PMRAM mengharapkan agar pelajar membuat pilihan yang terbaik bagi masa depan mereka dengan membuat pertimbangan yang sewajarnya dalam membuat keputusan sama ada akan kembali semula ke Mesir dalam waktu terdekat atau ditangguhkan ke waktu yang lain atau menyambung pengajian mereka di universiti-universiti tempatan sebagaimana yang ditawarkan oleh Kerajaan Malaysia.
Kita PMRAM sentiasa bersedia untuk memberi pandangan dan lontaran idea serta nasihat kepada para pelajar bagi membantu mereka membuat penilaian dan pertimbangan sebelum memutuskan sesuatu keputusan berkaitan masa depan akademik dan pengajian mereka di sini.
Apa yang kita inginkan adalah mahasiswa dan mahasiswi sedar akan tanggungjawab dan peranan yang perlu dimainkan oleh mereka walau di mana sahaja mereka belajar.
Manakala kepada para ibubapa yang risau, bimbang serta terkesan terhadap situasi Mesir yang dipaparkan oleh media tempatan melalui paparan skrin televisyen mahupun akhbar agar meneliti berita tersebut dan seelok-eloknya meminta penjelasan berkaitan situasi Mesir melalui anak mereka sendiri ataupun pelajar yang tinggal di Mesir supaya mereka lebih memahami realiti sebenar keadaan penempatan dan tahap keselamatan pelajar Malaysia di sini dengan lebih tepat.
Kita PMRAM sentiasa mendoakan yang terbaik buat seluruh pelajar Malaysia di Bumi Mesir ini. Buatlah pilihan yang terbaik kerana pilihan itu di tangan anda. Anda yang akan menentukan masa depan anda.
"MEMARTABAT KEILMUAN MEMIMPIN KESATUAN"
Abdul Aziz Bin Ali
Presiden,
Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir 2013
Pejabat PMRAM, Masakin Osman,
Hayyu Sabiek, Madinah Nasr
Kota Seribu Menara, Kaherah
Jam 1.00 pagi - 8 September 2013

Jumat, 23 Agustus 2013

Mu`amlah Rabbani dengan tuhannya

Kata-kata Hikmah Rabbani Mujaddidi hari ini ( 23/8/2013 )

الحق تبارك وتعالى أعظم وأكبر وأجل من أن تعامله نقدًا فيعاملَك نسيئة * فعامل الله بالحب فيعاملك بالقرب.

Maksudnya : Allah tabaraka wata`la teramat angung dan teramat besar dan teramat bijaksana jika sekiranya kamu bermu`amalah dengan Allah dalam keadaan tunai mustahil Allah membalas mu`amalah mu itu dengan hutang * Maka bermu`amalahlah dengan Allah dengan penuh kecintaan maka Allah akan bermu`amalah dengamu dengan kedekatan.

Tuan guru menjelaskan makna hikmah ini dengan penuh mendalam. Maksud daripada kata-kata naqdan adalah tunai /cash. Dan kata nasiah adalah lawan daripada tunai, iaitu hutang.

Tuan guru mengatakan Mustahil bagi seseorang yang bermu`amalah dengan Allah secara tunai, Allah membalasnya dengan hutang. Allah dengan keagungan dengan kasih-sayang dan kebesarahnya mustahil bermu`alah dengan seseorang dalam keadaan terlupa, apabila orang tersebut bermu`amalah dengan Allah dalam keadaan tunai. Bermu`amlah lah dengan tunai, niscaya Allah membayarnya dengan tunai.

Tuan guru memberikan contoh tunai adalah seperti orang membeli satu botol air mineral kemudian orang tersebut membayar uang, itu dinamakan tunai. Namun hutang / nasiah contohnya jika sekiranya seseorang membeli sesuatu barang kemudian ia mengambilnya tetapi bayaran diatas dipenjual, itu dinamakan utang.

Manusia sehari-sehari dalam keadaan bermu`amalah dengan Allah, yang menjadi pertanyaan adakah kita telah bermu`amalah dengan Allah dalam keadaan tunai ?.

Jika kita bermu`amalah dengan Allah dalam keadaan tunai, adakah Allah akan bermu`amalah dengan kita dengan hutang ?. Jawapannya adalah mustahil bagi Allah, jika sekiranya Allah bermu`amalah dalam keadaan hutang atau Muflis maka tentu sahaja tidak layak bagi Allah, Allah tidaklah muflis, Allah itu maha kaya.

Manusia serba muflis, namun Allah maha kaya, Apabila kita bermu`amalah dengan manusia selalu rugi, namun dengan Allah tidak sama sekali, Apa buktinya ?

Dalam sebuah hadist yang maksudnya jika sekiranya kita melakukan satu perbuatan baik, maka Allah membalasnya sepuluh, berbuat sepuluh dilipatmgandakan seratus. Begitu juga dengan kesalahan jika kita melakukan satu kesalahan maka ditetapkan satu kesalahan sahaja. Inilah kemulian dan keagungannya Allah, membalas kebaikan berlipat-lipat ganda.

Maka tuan guru mengajak kepada salikin rabbani mujaddidi yang lelaki maupun perempuan agar bermu`amalah dengan Allah dalam kedaan penuh cinta kasih, sehingga mencecah kepada maqam Muqarrabin. Tuan guru bertanya , bukankah kecintaan ( Al-Hub ) kepada Allah itu merupakan posisi tertinggi dalam ubudiyyah ? . Maka jika seseorang mencecah maqam Muqarrabin, dia adalah orang-orang yang dekat dengan Allah, itu merupakan suatu maqam yang amat tinggi. Maqam para-para auliya`, para nabi dan Rasul.

Barang siapa yang bermu`amalah dengan ALlah tidak akan pernah rugi, bahkah Allah akan bermu`alah dengan kita lebih lagi, contohnya seperti kita shalat 1 rakaat , Allah melipat gandakan bahkan hingga 100 rakaat. Kerana Allah teramat-amat mulia ( akramal akramin )

Bermu`malahlah kamu dengan Allah dengan penuh kecintaan, janganlah dengan keadaan hutang dan leka, kerana kecintaan itu akan membawa kepada qurbah ( kedekatan ) kepada Allah. Janganlah kamu bermu`malah dengan Allah seperti orang –orang yang bermaksiat, orang-orang yang berzina, orang-orang yang minum khamar, meraka adalah orang-orang yang memerangi Allah. Akan tetapi kamu hendaklah bermu`amalah dengan Allah dengan penuh kecintaan, perasaan ( zauq ), dan faham.

Tuan guru menanyakan lagi, adakah kamu semua ingin sampai ke Maqam Muqarrabin ( orang-orang yang dekat dengan Allah ) dengan percuma ?

Tuan guru menceritakan tentang sebuah kisah seorang Pembaca Al-Quran yang bernama Yahya di negeri Syam. Diakhir majlis tuan guru juga menutupnya dengan sebuah kisah Ibnu Muwaffaq.

Dan tuan guru mendoakan kepada Rabbaniyin dan Rabbaniyat Al-Mujaddidiyah dibukakan pintu futuh oleh Allah. Kemudian majlis disudahi dengan pembahagian 30 juzu` bacaan khatam Al-Quran. Dan pembahagian 92 ribu selawat kepada baginda Rasulullah Imam Rabbaniyyin di awal majlis.

Majlis selepas shalat subuh di Darah ( 23 / 8 /2013 )

Bersama :

Mursyid Prof. Dr. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani
Imam Madrasah Rabbaniyyah Al-Mujaddidiyyah Sedunia

Rabu, 21 Agustus 2013

Terungkap Laut Terbelah di Zaman Nabi Musa

Peneliti Temukan Penjelasan Ilmiah Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah


Ilustrasi (Al Arabiya)

Washington. Nabi Musa tak bisa dipisahkan dari Laut Merah. Salah satu mukzijat yang diberikan Allah SWT kepada Musa adalah kemampuan untuk membelah Laut Merah sehingga utusan Allah itu bisa melintasinya bersama para pengikutnya.
Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah untuk menghindari kejaran dari Fir’aun dan pasukannya. Seizin Allah, rombongan Musa berhasil melalui laut yang dalam itu. Laut kembali menutup dan Fir’aun bersama pasukannya pun tenggelam ditelan Laut Merah. Kisah itu dengan jelas tertulis dalam Alquran maupun Alkitab.
Setelah melalui riset komputer yang cukup lama, peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan kisah Laut Merah yang terbelah seakan memberi jalan bagi Musa itu, bila dilihat dari sisi ilmiah, sangat mungkin terjadi. Angin timur yang bertiup sepanjang malam bisa mendorong air laut seperti yang dikisahkan dalam Alquran atau Alkitab.
Menurut simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, memperlihatkan bahwa angin mampu mendorong air kembali pada satu titik sehingga seperti membentuk sungai yang membungkuk untuk menyatu dengan laguna di pesisir. Demikian dilaporkan Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado. ”Hasil simulasi sangat cocok dengan kisah yang disampaikan dalam Exodus (Keluaran),” ujar Carl Drews dari NCAR, yang memimpin studi ini.
”Terbelahnya air (laut) dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan lorong bagi perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya dan itu memungkinan air untuk tiba-tiba menutup kembali.”
Drews dan rekan-rekannya mempelajari bagaimana badai topan di Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang dalam. Para peneliti itu juga menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai tempat penyeberangan yang legendaris, dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya air laut membelah.
Model ini memerlukan formasi berbentuk huruf U dari Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini menunjukkan bahwa angin dengan kecepatan 63 mil per jam yang terus berhembus selama 12 jam, bisa mendorong air hingga kedalaman 6 kaki (2 meter). ”Ini (menjadi) jembatan tanah sepanjang 3-4 kilometer (2 sampai 2,5 mil) dan luas 5 kilometer (3 mil), dan tetap terbuka selama 4 jam,” tulis mereka di jurnal Public Library of Science, PLoS ONE.
”Orang-orang selalu terpesona oleh kisah Exodus (Keluaran), bertanya-tanya apakah itu datang dari fakta-fakta sejarah,” kata Drews. ”Penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi terpisahnya perairan memang memiliki dasar dalam hukum-hukum fisika.” (Budi Raharjo/Al Arabiya/RoL)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/09/23/8947/peneliti-temukan-penjelasan-ilmiah-kisah-nabi-musa-membelah-laut-merah/#ixzz2ccnzBHlz

Kamis, 15 Agustus 2013

Hikmah Mujaddid Qurun 14 minggu ini



Selepas Majlis Zikir pagi jum`at tadi, tuan guru  Prof. Dr. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani memberikan satu kata-kata hikmah :

الشريعة عين و الحقيقة نورها* فهل تبصر عين بلا نور* أو يكون نور بلا عين
Maksudnya :
Syari`at itu adalah mata dan hakikat itu adalah cahayanya* bolehkah mata melihat tanpa cahaya * atau cahaya itu tanpa mata

Tuan guru menjelaskan secara mendalam tentang maksud hikmah diatas, syari`at itu ibarat mata hitam, dengan adanya mata barulah kita dapat melihat, beliau mengibaratkan seperti kamera dengan adanya kamera kita dapat mengambil gambar tetapi haruslah ada cahaya. Jika kamera sahaja tanpa adanya cahaya sama sahaja kamera itu tidak berfungsi, begitu juga mata tanpa adanya  cahaya sama sekali tidak dapat memberikan manfa`at. Orang yang melihat dengan syari`at sahaja ia adalah tertutup pandangannya.
            Begitu juga dengan hakikat, orang yang memdalami hakikat tanpa syari`at sama sahaja dengan cahaya tanpa mata, ia tidak dapat melihat juga. Orang yang melihat dengan hakikat sahaja ia akan menyalahi dengan manusia.
Maka bagi orang-orang Rabbani hendaklah melihat dengan dua mata mereka. Iaitu mata Syari`at dan hakikat, jika kita melihat adanya penindasan kedhaliman pembunuhan dan sebagainya kita melihatnya dengan mata syari`at, tetapi bathin nya kita melihat dengan hakikat, kerana semua perbuatan itu adalah Allah yang menjadikan.
            Tuan guru juga mengisahkan tentang ada seorang peminum khamar ( Arak ) kemudian Umar menyuruh ia di sebat 100 kali, lantas lelaki itu berkata kepada Umar : “ Bukankah aku minum ini adalah kehendak daripada Allah “
Umar tetap sahaja menyuruh ia disebat, setelah disebat Umar berkata : “ bukankah engkau disebat 100 kali itu juga kehendak daripada Allah “? 
Umar tetap memandang dari segi syari`at walaupun hakikatnya Allah yang menjadikan.
Apapun kita harus melihat dengan syari`at, tetapi tanpa mengabaikan hakikat, karena hakikat itulah sebenarnya.
Majlis selepas shalat subuh di Darah 16 / 8 /2013
Bersama Mursyid Prof. Dr. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani
Imam Madrasah Rabbaniyyah Al-Mujaddidiyyah Sedunia

Minggu, 11 Agustus 2013

Tajwid dengan Wikipedia

http://ms.wikipedia.org/wiki/Tajwid

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Tajwīd (تجويد) dari segi bahasanya bermaksud melakukan sesuatu dengan elok yang berasal dari perkataan Jawwada. Pada istilah syarak, tajwid adalah ilmu yang boleh mengenalkan tempat bagi tiap-tiap huruf dengan memberi apa yang patut baginya dari segi sifat-sifat huruf itu seperti menyatakan dan menyembunyikan atau apa yang dimestikan bagi huruf-huruf itu dari sifat-sifat luar dari segi panjang, pendek, tebal, tipis dan sebagainya.
Anggaran ilmu tajwid itu ialah menyampaikan dengan sedalamnya kesempurnaan tiap-tiap sebutan dari ayat al-Quran. Para ulama menyatakan yang hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf.

Hukum isti'azah dan basmalah

Isti'azah adalah lafaz: "A'uzubillahi minasy syaitaanir rajiim" (ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ)
manakala basmalah adalah lafaz: "Bismillahir rahmaanir rahiim" (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat empat cara membaca iati'azah, basmalah dan surah:
  1. Memutuskan isti'azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah.
  2. Menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti.
  3. Membaca isti'azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti.
  4. Membaca isti'azah, basmalah dan awal surah terus-menerus tanpa henti.
Terdapat empat cara membaca basmalah di antara dua surah. Tiga daripadanya adalah harus dan satu lagi adalah tidak harus. Yang harus adalah:
  1. Mengasingkan basmalah denga surah
  2. Menghubungkan basmalah dengan awal surah
  3. Menghubungkan kesemuanya
Bacaan bagi yang tidak harus pula adalah:
  1. Menghubungkan akhir surah dengan basmalah lalu berhenti. Kemudian, barulah membaca surah yang seterusnya tanpa basmalah. Walau bagaimanapun, tidak harus membaca sebegini kerana ditakuti bahawa ada yang menganggap basmalah adalah salah satu ayat daripada surah yang sebelumnya.

Hukum nun mati dan tanwin

Nun mati atau nun saktah adalah huruf nun yang berbaris mati ( ﻥْ ) manakala tanwin adalah mana-mana huruf yang mempunyai dua baris di atas (ً ), di bawah (ٍ ) dan di hadapan (ٌ ). Terdapat empat hukum bagi nun mati dan tanwin iaitu izhar, idgham, iqlab dan ikhfa' ( ﺇﻇﻬﺎﺭ, اءقلاب, ﺇﺧﻔﺎﺀ,ﺇﺩﻏﺎﻡ ).

Hukum mim mati

Rencana utama: Hukum mim mati

Hukum mim dan nun bersabdu

Hukum mim dan nun bersabdu juga dikenali sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermaksud diwajibkan dengung. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini jatuh bagi setiap huruf mim dan nun yang mempunyai tanda sabdu atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Antara contoh ayat yang ditunjukkan adalah: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ

Hukum alif lam ma'rifah

Rencana utama: Lam takrif
Alif lam ma'rifah adalah dua huruf (alif dan lam) yang ditambah pada pangkal kata nama atau isim yang menentukan maksud perkataan itu dan lain lagi. Terdapat dua jenis kes bagi alif lam ma'rifah apabila bersambung dengan ejaannya iaitu qamariah dan syamsiah.
Alif lam qamariah ialah lam yang bersambung terus daripada empat belas huruf ini iaitu hamzah (ء), ba' (ب), jim (ج), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), fa' (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha' () dan ya' (ي). Ini diambil sempena perkataan al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ). Dari perkataan itu, jelas cara membacanya adalah tidak memasukkaan lam ke dalam huruf selepasnya tetapi mematikannya dengan jelas lalu menyebut huruf yang seterusnya.
Alif lam syamsiah ialah lam yag bersambung dengan empat belas huruf ini pula iaitu ta' (ت), tha' (ث), dal (د), dzal (ذ), ra' (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Ini diambil sempena perkataan asy-syamsiah (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ). Dari perkataan tersebut, cara membacanya adalah dengan memasukkan ke dalam huruf selepas lam yang kebanyakkanya disabdukan dan lam tidak dibunyikan.

Hukum idgham

Rencana utama: Idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka, jelaslah harus dibaca dengan memasukkan bunyi huruf yang seterusnya. Terdapat tiga jenis idgham:
  1. Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ - yang serupa) ialah pertemuan dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
  2. Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ - yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang berhampiran sifat dan makhrajnya seperti ba' bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha' bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
  3. Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ - yang sejenis) ialah pertemuan dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta' dan tho, lam dan ra' serta dzal dan zho. Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ

Hukum mad

Rencana utama: Hukum mad
Mad bermaksud lanjut atau lebih. Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermaksud memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bahagian mad iaiatu mad asli dan mad far'ie. Terdapat tiga huruf mad iaitu alif, wau, dan ya' dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Kepanjangan bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.
Lihat juga: Hukum mad.

Hukum ra'

Hukum ra' adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra' dalam bacaan. Terdapat tiga cara iaitu kasar atau tebal, halus atau nipis, atau harus dikasarkan dan dinipiskan.

Bacaan ra' harus dikasarkan apabila:
  • Setiap ra' yang berbaris atas atau hadapan.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
  • Setiap ra' yang berbaris mati dan huruf sebelumnya berbaris hadapan atau atas.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
  • Ra' berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah yang mendatang, bukan baris yang asal.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
  • Ra' berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah tetapi ra' tadi berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ

Bacaan ra' yang dinipiskan adalah apabila:
  • Setiap ra' yang berbaris bawah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
  • Setiap ra' yang sebelumnya terdapat huruf lin
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
  • Ra' mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ

Bacaan ra' yang harus dikasarkan dan dinipiskan adalah apabila setiap ra' yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti'la'.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ

    • Isti'la' (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf iaitu kha' (خ), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), qaf (ق), dan zho (ظ).

Qalqalah

Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik. Huruf qalqalah ada lima iaitu qaf (ق), tho (ط), ba' (ب), jim (ج), dal (د). Qalqalah terbahagi kepada dua jenis:
  • Qalqalah kecil iaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli dan bukan mendatang.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
  • Qalqalah besar iaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan dengan mendatang. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila wakaf padanya tetapi tidak diqalqalahkan apabila diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ

Makhraj huruf

Rencana utama: Makhraj

Sifat huruf

Rencana utama: Sifat huruf

Waqaf

Rencana utama: Wakaf (tajwid)
Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan manakala dari sudut istilah tajwid pula ialah menghentikan seketika bacaan secara memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernafas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf:
  • Taamm (ﺗﺂﻡّ - wakaf sempurna) - apabila berhenti pada satu ayat yang putus, tidak berkaitan atau kena-mengena lagi dengan mana-mana kalimah atau perkataan sesudah ayat tersebut atau di hadapannya sama ada berkenaan lafaz atau makna.
  • Kaaf (ﻛﺎﻒ - wakaf memadai) - apabila berhenti pada satu ayat yang putus tidak ada kena-mengena dengan satu-satu kalimah atau perkataan sesudah ayat tersebut atau di hadapannya pada lafaz sahaja tetapi ada kena-mengena dalam maknanya.
  • Hasan (ﺣﺴﻦ - wakaf baik) - apabila berhenti pada satu ayat yang ada kena mengena dengan yang sesudah dan sebelumnya pada lafaz sahaja, dengan syarat yang diberhentikan itu telah memenuhi maknanya.
  • Qabiih (ﻗﺒﻴﺢ - wakaf buruk) - apabila berhenti pada satu-satu ayat tidak sempurna maknanya yang kadang-kala ayat itu ada berkaitan dengan ayat-ayat yang sebelum dan sesudahnya sama ada pada lafaz atau pada makna.

Tanda-tanda waqaf

  1. Tanda mim ( ) dikenali sebagai Waqaf Lazim. Adalah dikehendaki berhenti seketika apabila mim muncul. Jika tidak berhenti, kebarangkalian yang maknanya berubah.
  2. Tanda tho ( ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti seketika. Ia menunjukkan yang makna belum lagi dinyatakan sepenuhnya..
  3. Tanda jim ( ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih elok berhenti seketika di sini walaupun tidak berhenti adalah dibenarkan.
  4. Tanda zha ( ) bermaksud lebih elok TIDAK berhenti.
  5. Tanda sod ( ) dikenali sebagai Waqaf Murakhkhas, menunjukkan yang tidak digalakkan berhenti walaupun berhenti dibenarkan. Perbezaan antara hukum tanda zha dan sod adalah kegunaannya, dalam kata lain, keinginan untuk berhenti adalah lebih pada tanda sod
  6. Tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan kepada "Al-wasl Awlaa" yang bermaksud "Sambung lebih elok". Pembaca haruslah meneruskan bacaan kerana itu lebih elok.
  7. Tanda qaf ( ) merupakan singkatan kepada "Qeela alayhil waqf" yang bermakna "telah dinyatakan yang berhenti harus dilakukan ke atasnya". Tidak perlu berhenti di sini.
  8. Tanda sod-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan kepadan "Qad yoosalu" yang membawa maksud "akan bersambung kadang-kala". Kadang-kala seseorang akan berhenti manakala ada yang tidak walaupun berhenti lebih diutamakan.
  9. Tanda perkataan Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! Ia muncul pada tempat yang kebarangkalian pembaca akan meneruskan bacaan tanpa henti.
  10. Tanda sin ( س ) atau perkataan Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil nafas. Dalam kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil nafas baru untuk meneruskan ayat.
  11. Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) serupa dengan Saktah tetapi bezanya ialah waqaf pada Waqjah lebih lama berbanding Saktah.
  12. Tanda Laa ( ) bermaksud "Jangan!". Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, tidak dibenarkan berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.
  13. Tanda kahf ( ) merupakan singkatan kepada "Kathaalik" yang bermaksud "serupa". Dalam kata lain, tanda yang sama sebelumnya digunakan di sini.
  14. Tanda bertitik tiga ( ... ...) yang dikenali Waqaf Muraqabah (Berhenti Pemerhatian) atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). Tanda ini kadang-kala diletakkan sekali huruf jim yang turut menjadi simbol bagi Mu'aanaqah ini. Ia akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membaca adalah Harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

Mujadddid Rabbani Pada malam 27 Ramadhan 2013

Tuan guru Prof. Dr. Muhammad Abdul Latif menceritakan kisah beliau mendapatkan sanad 40 tarekat kemudian Rasulullah menyuruhnya meleburkan kepada Rabbaniyyah . Rabbaniyyah bagaikan Lautan namun tarekat-tarekat lain bagaikan anak-anak sungai yang akhirnya akan bertemu juga dengan lautan.

" Beruntunglah kamu sekarang ALlah memuliakan kamu dengan Rabbani.
" Janglah kamu ragu, aku adalah khalifah daripada guruku Sheikh Makki al-Kattani ketika itu beliau mengisytiharkan aku seorang yang Makzun dan Khalifahnya "

Ketika itu aku merasa tidak yakin dengan ucapan Sheikh Makki dan lantas aku menanyakannya lagi, Makzun atau khalifah ?
 Sheikh Makki menjawabnya Makzun dan Khalifah daripa sheikh nya itu tarekat Syazili, kemudian tuan guru juga mendapatkan ijazah puluhan tarekat-tarekat yang lain dari semua guru-gurunya. Seperti Naqsyabandi dari Sheikh Abu Yursa `Abidin, kemudian Sheikh Abburrahman As-Syaguri, dll

Beruntunglah siapa yang mengenal khususiah Sheikhnya, semoga kita semua ALlah bukakan pintu futuh kepada kamu semuanya.

Begitulah sedikit kutipan daripad kata-kata tuan guru Prof. Dr. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani, Allah menganggat beliau membawa Syari`at Tarekat Hakekat dan Irfan. Semoga memang betul Allah mengangkat beliau Mujaddid 100 tahun, bahkan untuk 1000 tahun. Mengingat penguasaan beliau terhadap semua cabangan ilmu memang lengkap. Beliau seorang yang Alim secara dhahir iaitu bidang ilmu dhahir seperti Feqah, Ushul Feqah, Tafsir, Balaghah, Hadith, Mantiq, ekonomi Islam, pemikiran Islam dll, buku yang dikarangnya mencecah 200 lebih. Begitu juga beliau seorang yang `Alim secara bathin.

Beliau mempunyai kitab Irfan yang bejudul : Tajul Hikmah Wajauharul Walayah


Kamis, 08 Agustus 2013

Menuduh Makanan Produk Halal Membiayai Terorisme

BRISBANE, KOMPAS.com — Seorang politisi partai One Nation di Australia tidak saja menghadapi tuduhan kriminal karena perilaku anti-Muslim, tetapi juga menjadi tertawaan media Australia karena ketidaktahuannya akan Islam.

Stephanie Banister (27), seorang ibu dari dua anak, menghadapi tuduhan kriminal karena memasang stiker anti-Muslim bertuliskan "Makanan halal membiayai terorisme" di kemasan produk Nestle di supermarket. Banister adalah salah satu calon anggota parlemen dari Partai One Nation pimpinan Pauline Hanson, partai ekstrem kanan. Banister mencalonkan diri di Negara Bagian Queensland.

Menurut laporan news.com.au hari Kamis (8/8/2013), bukan itu saja yang dihadapi Banister. Pengetahuannya mengenai Islam dan agama lain seperti Yahudi banyak yang tidak akurat.

"Saya tidak menentang Islam sebagai negara, tetapi saya merasa bahwa hukum mereka tidak bisa diterima di Australia," kata Banister dalam wawancara dengan jaringan lokal Channel 7, tanpa menyadari Islam adalah agama bukan negara.

"Hanya dua persen penduduk Australia mengikuti prinsip haram," lanjut Banister dengan maksud merujuk makanan halal.

Banister juga mengatakan tidak memiliki masalah dengan makanan kosher orang Yahudi. "Yahudi tidak mengikuti prinsip haram. Mereka memiliki prinsip sendiri mengikuti Yesus Kristus," tambah Banister. Padahal, Yahudi sama sekali tidak mengenai Yesus, dan tampaknya Banister mencampuradukkan antara Kristen dan Yahudi.

Soal politik dalam negeri, Banister juga ditanya mengenai Skema Asuransi Untuk Penyandang Cacat, di mana dia mengatakan sistem itu sudah berjalan dengan baik. Padahal, sebenarnya skema ini baru akan dimulai tahun 2016. Ketika ditanya calon lawannya di daerah pemilihannya, Banister tidak bisa menjawab sama sekali.

Komisi Pemilu Australia masih akan memutuskan apakah Banister bisa mencalonkan diri atau tidak. Mereka yang terkena tindakan kriminal akan didiskualifikasi bila dijatuhi hukuman paling kurang satu tahun penjara.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L Sastra Wijaya, di tengah kampanye pemilu menjelang pemilihan 7 September, para calon anggota parlemen sering mendapat pertanyaan dari para wartawan di mana mereka kesulitan untuk menjawab. Hari Rabu, seorang calon dari Partai Liberal, Jaymez Diaz, di Melbourne ditanya oleh seorang wartawan mengenai kebijakan yang dijalankan partainya bila memerintah. Diaz mengatakan, partainya memiliki lebih dari 100 kebijakan, tetapi dalam wawancara selama lima menit tersebut, Diaz tidak bisa menyebutkan satu program pun dengan jelas.

Wasit Hentikan Pertandingan Sepak Bola Karena Buka Puasa

Ziguinchor - Sebuah kisah unik terjadi dalam sebuah laga sepakbola di Senegal. Di tengah-tengah laga itu wasit tiba-tiba menghentikan permainan agar ia dan para asistennya bisa berbuka puasa dulu.

Bulan Ramadan meerupakan bulan suci yang penuh berkah untuk para penganut agama Islam. Di bulan itu para Muslim pun lazimnya menunaikan ibadah puasa, tak terkecuali Ousseynou Gueye yang berprofesi sebagai pengadil lapangan di Senegal.

Saat bertugas menjadi wasit pertandingan antara Casa Sport lawan Yeggo baru-baru ini, wasit Gueye rupanya juga tengah menjalankan ibadah puasa. Ini jelas menjadi contoh tepat betapa puasa memang tidak mengganggu aktivitas keseharian. Namun, tindakannya di laga itu juga bisa menuai pro dan kontra.

Sekitar 30 menit laga itu berlangsung Gueye tiba-tiba menyetop pertandingan. ESPN menyebut, ini dilakukannya karena sudah waktunya berbuka puasa. Gueye menyetop laga sejenak agar ia dan asistennya dapat berbuka puasa terlebih dulu. Ia pun kemudian terlihat mengudap makanan kecil dan minuman seadanya di atas lapangan.

Menyegerakan berbuka puasa memang menjadi anjuran dalam agama Islam. Yang jadi masalah, tindakan Gueye ini dilakukannya ketika tengah memimpin jalannya sebuah pertandingan sehingga ia pun mengundang cibiran dari para suporter di stadion.

Apapun, Gueye tampak bersikukuh dengan keputusannya. Apalagi toh sejurus kemudian ia pun kembali melanjutkan pertandingan tersebut. "Secara legal tidaklah memungkinkan untuk menyetop pertandingan untuk berbuka puasa. Tapi Anda bisa menikmati jeda di sebuah laga demi kesehatan. Tubuh manusia butuh air," tuturnya di ESPN.
 
Sumber : DetikNews

Sabtu, 03 Agustus 2013

Muslim Tercerdas di Dunia

Miliki IQ 200, BJ Habibie Jadi Muslim Tercerdas di Dunia

Sabtu, 03 Agustus 2013,
Republika/Yogi Ardhi
The third Indonesian president, BJ Habibie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia ketiga, BJ Habibie disebut sebagai salah seorang Muslim tercerdas di dunia. Akun Twitter, @TwitFaktaIslam menyebut, Habibie masuk ke dalam 10 besar tokoh dunia dengan intelligence quotient (IQ) 200.

Kamis, 01 Agustus 2013

Kata-kata Mujaddid Qurun ini ( Imam Rabbani Mujaddidy )


Jawapan bagi Soalan kesembilan
Text soalan  :
Boleh Tuan  jelaskan siapakah dia :
1)    Syeikh Ahmad Qusasi Al-Madinah
2)    Maulana Zakariyya Kandahlawi

Aku mengatakan Wabillahi taufiq
1-   Adapun Sheikh yang pertama