Rabu, 13 November 2013

Ilmu Tasyrif dan Ilmu Taklif



Ilmu Terbagi kepada dua
Ilmu Tasyrif dan Ilmu taklif

Ilmu Tasyrif adalah ilmu
Perumpamaan ilmu Taklif dengan ilmu tasyrif itu bagaikan satu titik air dengan samudra Anlantik. Begitulah luas ilmu tasyrif.
Ilmu taklif merupakan tangga untuk memperoleh ilmu tasyrif, maksudnya adalah ilmu kemulian iaitu ilmu mengenal Allah.
Ilmu yang sebelum itu yang kamu dapatkan seperti Tayammum, dan ilmu ini adalah air. Ilmu taklif atau Ilmu Taklif seperti Syarat Shalat, dan ilmu tasyrif seperti sembahyang. Maka tidak sah sembahyang tanpa ada wudhu, dan wudhu bukanlah tujuan, tidak dapat sembahyang melainkan dengan adanya wudhu.


Bersama Mujaddid Qurun 14 

Sheikh Prof DR. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani Al-Dimasyqi
 

Gambar Bumi Terbaru

Rilis Satu Foto, NASA Tunjukkan 7 Benda Langit Sekaligus

 
Penulis : Yunanto Wiji Utomo 
 
Foto hasil jepretan Cassini yang dirilis NASA menunjukkan 7 benda langit sekaligus. Posisi benda langit sebenarnya adalah yang ada di lingkaran. Gambar pada kotak adalah hasil perbesaran. | NASA

 Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat  merilis citra hasil tangkapan wahana Cassini saat memotret Bumi dari Saturnus pada 19 Juli 2013.

Foto tersebut akhirnya tak cuma memotret Bumi, tetapi juga sejumlah tujuh benda langit yang ada di Tata Surya.

Dalam foto di atas tampak yang paling besar adalah Saturnus, planet gas raksasa kedua terbesar di Tata Surya, beserta cincinnya.

Pada bagian kiri dan bawah terdapat dua bulan Saturnus, yaitu Enceladus dan Tethys. Keduanya tampak diiluminasi oleh Saturnus.

Sementara itu pada bagian bawah kanan terdapat Bumi. Planet rumah kita tersebut tampak seperti titik biru.

Di bagian atas kanan terdapat bulan Saturnus lain, Mimas. Adapun di bagian atas kiri terdapat Mars dan Venus.

Foto ini dihasilkan dari proyek The Day The Earth Smile yang dipimpin oleh Carolyn Porco, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Salah satu tujuan proyek tersebut adalah mengulang kembali kesuksesan wahana Voyager 1 dalam memotret Bumi dari Saturnus pada tahun 1990, menghasilkan foto Bumi legendaris yang disebut "Pale Blue Dot".

Foto yang dirilis NASA ini merupakan hasil pemrosesan dari 323 citra yang dijepret wahana antariksa Cassini.

Porco, seperti dikutip Examiner, Selasa (12/11/2013), mengatakan, "Saya harap di masa depan, ketika orang melihat lagi foto ini, mereka akan mengingat momen di mana, segila yang mungkin tampak, mereka ada di sana, mereka sadar, dan mereka tersenyum."

Sumber : Kompas.com 

Selasa, 12 November 2013

Bukti Bulan Terbelah Dua Secara Saintifik

Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah…


 
Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)” Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur’an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ?? Di bawah ini adalah kisahnya:
Dr. Zaghloul Ragheb El Naggar
Dr. Zaghloul Ragheb El Naggar
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?
Maka  menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim.
Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?”
Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ?
Mereka menjawab: Coba belah bulan, ..”
bulan_terbelah1lMaka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”  Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:  Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ….sampai akhir surat Al-Qamar.
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??”  Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia.
crack1Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah… Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.
Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!
bulan-terbelah-1Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … Maka aku pun berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq
( Sabtu, 22 Sya’ban1424H/18102003M )


Sumber : Akhwatmuslimah.com 

Senin, 11 November 2013

Tawakkal dalam pemahaman Orang-orang Rabbani



Sesungguhnya Tawakkal dengan Allah itu merupakan buah daripada iman yang agung dan ma`rifat, dan sebab-sebab yang amat penting untuk memperoleh kesenangan dan ketenangan. Orang-orang Rabbani telah memahamkan hakikatnya dan mengingatkan bahwa sahanya bukan dengan meninggalkan asbab ( sebab-sebab) dan menjauh daripadanya, akan tetapi meletakkan sebuah harapan pada Allah dan bersegera dalam pengajarannya dan hikmahnya dan tidak terikat hati dengan asbab.

Dipetik daripada Kitab Al-Madrasah Ar-Rabbaniyyah warijaluha Ar-Rabbaniyyun Fil Islam
Karangan : Prof. DR. Muhammad Abdul Latif Shalih Al-Furfur Al-Hasani

Kamis, 07 November 2013

Penerbit Buku Terkenal Di Malaysia

1.   Alaf21 Sdn Bhd.                                       http://www.alaf21.com.my/

2.   Telaga Biru.                                              http://www.telagabiru.net.my/v2/

3.   KarnaDya Solutions Sdn Bhd.                http://www.karnadya.com.my/v2/

4.   Karangkraft Sdn Bhd.                              http://www.karangkraf.com/

5.   Kaki Novel Sdn Bhd.                                http://www.kakinovel.com/

6.   Dewan Bahasa dan Pustaka.                 http://prpm.dbp.gov.my/

7.   Pustaka Hidayah Sdn Bhd.                     http://www.hidayah.com.my/

8.   Utusan Publications Sdn Bhd.                http://www.utusangroup.com.my/services/publishing

9.   PTS Publications Sdn Bhd.                     http://pts.com.my/

10. DAWAMA                                                 http://www.dawama.com/

11. Karya Seni                                                http://www.karyaseni.my/

12. Jemari Seni                                               http://www.jemariseni.com/

13. Buku Prima                                                http://www.bukuprima.com.my/

Rabu, 06 November 2013

Posisi Duduk yang bagus

Duduk Tegak Tak Baik untuk Punggung

Penulis : Rosmha Widiyani
BBC
Posisi duduk yang baik untuk tulang punggung



 Kebiasaan duduk tegak ternyata tidak baik untuk punggung. Posisi ini menghasilkan tekanan yang tidak perlu di beberapa titik, sehingga menyebabkan perubahan bentuk tulang punggung (deformities).

Para peneliti mengatakan, posisi duduk terbaik adalah bersandar 135 derajat. Hasil ini diungkapkan para ahli dari Skotlandia dan Kanada setelah melakukan riset menggunakan modifikasi magnetic resonance imaging (MRI).  Hasil riset dan rekomendasi ini sudah disampaikan kepada Radiological Society of North America.

Riset sendiri dilakukan di Woodend Hospital Aberdeen, melibatkan 22 responden yang bertulang punggung sehat. Para responden kemudian menjalani pemindaian dengan mesin positional MRI, yang memungkinkan responden bebas bergerak, baik duduk atau berdiri.

Dalam studi ini pasien mencoba 3 posisi duduk. Posisi pertama adalah membungkuk, dengan posisi tubuh bersandar di meja atau seperti ketika mengendalikan console game. Posisi kedua adalah tegak 90 derajat. Posisi terakhir adalah bersandar 135 derajat, dengan kaki di lantai.

Peneliti kemudian mengukur seberapa besar tulang belakang membengkok. Peneliti juga mengukur ketinggian dan pergeseran ruas tulang dalam berbagai posisi duduk. Pergeseran ruas tulang terjadi saat ada beban yang ditempatkan pada tulang belakang. Hal ini mengakibatkan ruas tulang keluar dari susunan.

Pergeseran paling banyak ditemukan pada posisi duduk 90 derajat. Sedangkan pergeseran paling sedikit terjadi pada posisi dukuk 135 derajat. Hal ini mengindikasikan beban yang ditempatkan pada ruas tulang lebih sedikit. Posisi ini juga berhubungan dengan otot dan tendon yang dalam keadaan lebih rileks.

Pada posisi duduk membungkuk, terjadi pengurangan beban pada ruas tulang punggung atas. Namun posisi ini buruk untuk dua ruas tulang punggung terbawah.

Berdasar hasil ini, peneliti menetapkan posisi duduk 135 derajat adalah yang terbaik.
"Duduk sesuai dengan posisi anatomi sangat penting. Posisi duduk yang buruk meningkatkan beban pada tulang belakang dan ligamen. Akibatnya timbul rasa sakit, bentuk tulang punggung yang berubah, dan berbagai penyakit kronis," kata pemimpin penelitian , Dr Waseem Bashir dari Department of Radiology and Diagnostic Imaging di University of Alberta Hospital, Kanada.

Hal senada diungkapkan Levent Caglar dari BackCare. Menurutnya ide yang baik untuk membuka sudut antara paha dan punggung saat duduk. Posisi ini akan memperbaiki tulang belakang lebih menjadi seperti bentuk alami S sempurna saat berdiri.

"Posisi 135 derajat bisa menyebabkan seseorang jatuh saat duduk. Mungkin sebaiknya 120 derajat. Posisi ini masih memungkinkan kedudukan yang baik antara paha dan punggung," kata Caglar. 

Untuk menjaga kesehatan tulang punggung, sebaiknya jangan duduk terlalu lama. Rishi Loatey dari British Chiropractic Association menyarankan untuk berjalan sesekali. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak didesain untuk lebih banyak diam (sedentary).

Saat ini satu dari tiga orang menderita sakit punggung di bagian bawah karena terlalu lama duduk. Menurut para ahli, duduk berkontribusi besar pada sakit di punggung bagian bawah.
Data dari British Chiropractic Association mengatakan, sebanyak 32 persen dari populasi menghabiskan waktu duduk 10 jam dalam sehari. Separuhnya bahkan tidak meninggalkan kursinya saat makan siang. Sebanyak 2/3 populasi juga kembali duduk setibanya di rumah.
Sumber KOMPAS.com-

Rokok menghancurkan Indonesia

Nilai Kerugian Akibat Rokok Terlalu Besar

Penulis : Rosmha Widiyani


|
shutterstock


 Kerugian akibat merokok ternyata tidak hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga perekonomian.  Keuangan negara bisa terancam karena terus membengkaknya biaya kesehatan yang timbul akibat pernyakit terkait rokok (PTR).
Beban biaya yang harus ditanggung akibat rokok terlalu besar jika dibandingkan jumlah pemasukan dari produk tembakau ini. Berdasarkan data Badan Litbangkes pada 2010 jumlah pemasukan dari cukai rokok hanyalah Rp. 55 trilyun. Sedangkan pengeluaran makro akibat rokok mencapai Rp. 245,41 triliun.
Pengeluaran ini terbagi atas pembelian rokok, perawatan medis yang harus dijalani, dan hilangnya produktivitas. Porsi paling tinggi ditempati pembelian rokok dari masyarakat sebesar Rp. 138 triliun. Posisi kedua ditempati kerugian karena hilangnya produktivitas akibat cacat dan kematian usia muda, sebesar Rp. 105,3 triliun. Peringkat ketiga ditempati kerugian akibat rawat medis, baik inap dan jalan sebesar Rp.  2,11 triliun.
Direktur PT. Askes Indonesia Tbk Fahmi Idris menyatakan, biaya yang dikeluarkan akibat PTR terus meningkat. PTR terdiri atas penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung iskemik dan penyakit kanker paru.
“Angka ini terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini biaya yang keluar akibat PTR dari Askes mencapai Rp. 39,5 triliun, dengan jumlah rata-rata kasus 100 ribu per tahun,” ujar Fahmi dalam diskusi, bertajuk 'Gangguan Kesehatan Dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' Kamis (31/10/2013) kemarin.
Angka ini sebetulnya bisa ditekan bila cukai rokok dapat digunakan untuk biaya kesehatan baik promotif, preventif, atau kuratif. Cukai yang diperoleh dari rokok tidak digunakan untuk pembangunan dan sumber pendapatan. Fahmi menyarankan pemerintah belajar dari Thailand yang sudah melaksanakan sistem ini.
Fahmi mengatakan, suntikan dana ini akan sangat berarti bagi upaya promotif dan preventif terkait pembatasan rokok. “Saat ini kita memang sudah melakukan upaya promotif dan preventif, namun bersifat massal. Sedangkan untuk rokok, perlu yang lebih individual sesuai karakter tiap orang,” kata Fahmi.
Hal senada dikatakan Ketua Umum PB-IDI, Dr. Zainal Abidin, MH. Menurutnya, kerugian akibat rokok harus ditanggung juga oleh para pengusaha rokok. Pengusaha ini harus bertanggung jawab pada konsumen yang sakit akibat rokok yang dihisap. Dengan cara ini maka beban negara akibat PTR bisa terbantu.
“Kita harus memiliki aturan khusus terkait pemanfaatan cukai rokok untuk biaya kesehatan. Perusahaan rokok kemungkinan tidak akan merugi, karena kecenderungan perokok pemula cenderung meningkat tiap tahunnya,” kata Zainal.
 
 
Sumber : KOMPAS.com-

Tahun Hijriyah dan Masehi

Hijriah vs Masehi

 

 

 Oleh : Sofyan Ahlaf 


Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com 


- “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab. (Q.S. Ali-Imran: 27)

Demikianlah ungkapan ayat Al-Quran yang lebih mengaksentuasikan mengenai proses pergantian malam menjadi siang dan siang menjadi malam. Seiring dengan bergantinya malam dan siang hal ini sudah tentu menuntut adanya perubahan dalam seluruh aspek kehidupan. Dari mulai bertambahnya usia seseorang yang hidup di dunia fana ini, sampai bertambahnya satu angka bilangan tahun Hijriah itu sendiri dalam istilah Islam disebut dengan istilah Muharram.



Kini, Hijriah genap akan memasuki ke-1435. Artinya, seribu empat ratus tiga puluh lima tahun yang lalu umat Islam sudah memiliki angka hitungan tahun, yang walaupun umat-umat sebelum Nabi Muhammad pun sudah mengenal sistem kalender. Hanya saja, ada sebagian kalangan yang mengatakan jauh sebelum diutusnya Rasulullah SAW. Mereka (umat sebelum rasul) sudah mengenal nama-nama bulan dan juga sudah mengenal urutan dalam bulan. Bahkan mereka pun tahu bahwa dalam satu tahun itu ada 12 bulan. Akan tetapi yang belum mereka punya hanyalah penetapan angka hitungan tahun.

Baru pada masa kekhalifahan Umar RA hal ini menjadi isu penting untuk segera ditarik sebuah konklusi yang akan dijadikan patokan mulainya penetapan angka hitungan tahun bagi kalangan umat Rasul pada khususnya. Maka khalifah Umar pun ketika itu melakukan musyawarah bersama para sahabat lainnya dalam menetapkan hitungan tahun yang sedianya mereka sepakati. Ada banyak usulan dan tawaran yang muncul saat itu untuk dijadikan patokan dalam memulai hitungan tahun. Beberapa di antaranya adalah mengenai tahun lahirnya Rasul, tahun awal mula turunnya Al-Qur’an, atau tahun terjadinya perang Badar, tahun terjadinya pembebasan kota Mekkah dan lain sebagainya.

Seperti lazimnya sebuah diskusi, pro dan kontra untuk menetapkan angka dimulainya hitungan tahun pun demikian. Karena masing-masing mempunyai argumentasi yang berbeda. Baru pada akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan tahun di mana Rasulullah SAW hijrah dijadikan sebagai hitungan awal tahun Islam. Sebab, peristiwa ini menjadi preseden awal dari tegaknya Islam sebagai urat nadi atau spirit bagi sendi-sendi sebuah negara, bukan hanya sekadar tata cara peribadatan saja. Atau dengan kata lain hijrahnya Rasul ke Madinah itu merupakan titik awal Islam menjadi legalitas formal dalam sebuah negara. Lantas timbul pertanyaan kenapa sistem penanggalan Hijriah bisa dikatakan “kalah pamor” dengan Masehi?
Sudah tidak bisa kita pungkiri lagi bahwasanya Masehi hari ini jauh lebih dikenal dan banyak digunakan orang dalam sistem penanggalannya untuk dapat membantu dan mempermudah manusia dalam melaksanakan rutinitas aktivitasnya yang tentu saja hal ini menyebabkan manusia tidak akan bisa terlepas dari jam, hari, minggu dan bulan serta tahun. Hanya saja ada yang mesti kita sayangkan dalam hal ini karena sistem penanggalan Hijriah yang merupakan produk dan simbol peradaban umat muslim harus terlupakan oleh umat muslim sendiri. Perasaan sedih dan khawatir saya ini bukan merupakan akumulasi dari ke-xenophobia-an saya pada produk dan hasil cipta karya orang-orang non muslim. Akan tetapi, pikiran dan perasaan ini semata-mata merupakan potret realitas sosial masyarakat muslim khususnya kita masyarakat yang terkenal Cirebon dengan kota walinya dengan muslim Indonesia pada umumnya.

Bukankah ironis sekali bagi kita sebagai umat muslim yang dalam tataran idealitasnya semestinya menghargai, mencintai bahkan memeliharanya agar produk kebudayaan umat muslim itu tidak begitu saja hilang ditelan bumi. Tanpa seorang pun tahu dan peduli akan keberadaannya (kalender Hijriah).
Untuk menjawab pertanyaan kenapa Masehi lebih populer dari Hijriah adalah di antaranya: Pertama, kepopularitasan Hijriah sejalan dengan runtuhnya peradaban Islam. Jatuhnya kerajaan Abbasiyah oleh serangan orang-orang Tartar dan Mongol pada masa pertengahan abad ke-13 M. ketika kota Bagdad sebagai pusat ilmu dan kebudayaan hancur sama sekali. Sekitar 800.000 penduduk Bagdad dibunuh. Perpustakaan dihancurkan, ribuan rumah penduduk diratakan. Musnahnya beribu-ribu buku, baik buku tentang keagamaan maupun ilmu-ilmu sains dan filsafat, mempengaruhi perkembangan intelektualisme Islam, apalagi yang menyangkut kelestarian ilmu-ilmu pengetahuan dan filsafat dalam Islam. Seiring dengan runtuhnya peradaban Islam ini masyarakat dunia ketika itu pun berpindah haluan 180 derajat yang semula bermazhabkan peradaban Islam kini beralih menjadi Eropa termasuk dalam penggunaan sistem kalender ini.

Kedua, kurang atau rendahnya kecintaan umat muslim terhadap peradaban Islam. Umat Islam kini lebih bangga menggunakan produk-produk barat ketimbang hasil cipta karya orang Islam itu sendiri. Ketiga, keberhasilan kelompok-kelompok yang menghendaki mundurnya Islam. Dirasakan atau tidak yang jelas Al-Qur’an telah memberitahukan pada kita bahwa sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan pernah senang dan rela selama Islam masih tetap tegak di muka bumi ini. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mempopulerkan sistem penanggalan Hijriah agar tidak begitu saja sirna dilupakan oleh umat muslim itu sendiri?

Untuk hal ini saya lebih berasumsi pada tiga hal yang mesti kita lakukan sebagai umat dalam frame melestarikan produk peradaban Islam ini. Di antaranya adalah Pertama, kita mesti mulai membangun kesadaran pada umat mengenai pentingnya cinta terhadap produk dan kebudayaan Islam lewat pendidikan, pengajian, radio, internet, media massa dan lain sebagainya. Pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah karena hal demikian menuntut kesabaran dan keseriusan kita sebagai umat yang cinta terhadap Islam dan produk kebudayaannya orang-orang Islam. Kedua, sebaiknya orang-orang yang menjadi tokoh masyarakat dan agama harus menjadi suri teladan yang baik dalam membiasakan penggunaan kalender Hijriah ini. Ketiga, saya mendorong kepada pihak instansi Kemenag Kabupaten Cirebon, MUI Kabupaten Cirebon dan Pemerintahan Kabupaten Cirebon untuk mensosialisasikan kalender Hijriah di Cirebon kota wali ini untuk dimasukkan ke sebuah kebijakan kurikulum wajib dalam sebuah lembaga di bawah naungan Kemenag atau Disdik Kabupaten Cirebon, mudah-mudahan ide ini akan di ikuti oleh daerah-daerah lain karena Indonesia adalah mayoritas masyarakat muslim.

Hanyalah keseriusan dan keikutsertaan semua pihak kelestarian dan survivenya sistem penanggalan Hijriah ini akan tetap terjaga sepanjang masa. Dan satu hal lagi yang mesti kita jadikan prinsip dalam menyelamatkan Hijriah dari keterbelakangan Masehi ini yakni ungkapan hadits yang berbunyi: man jadda wa jadda barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia pasti akan berhasil. Semoga kita semua termasuk orang–orang yang sungguh-sungguh cinta terhadap produk-produk dan hasil karya orang Islam. Lantas kalau bukan kita mau siapa lagi?


Sumber: http://www.dakwatuna.com